Sabtu, 10 April 2010

Mengukur gedung dengan barometer

Isa Alamsyah 06 April jam 2:37 Balas
 
Ada artikel kiriman Iwan Surya yang menarik untuk jadi bahan renungan. Jika ada member yang ingin kontribusi artikel, silahkan masukkan artikel ke tab discussion komunitas BISA lewat fasilitas facebook. Artikel yang menarik dan lolos seleksi akan dikirim ke seluruh member.

Mengukur gedung dengan barometer
dikirim oleh Iwan Surya


Sir Ernest Rutherford, Presiden dari Royal Academy, dan penerima Nobel Fisika menceritakan kisah ini:

"Beberapa waktu lalu aku menerima panggilan dari kolegaku. Dia akan memberikan nilai nol untuk ujian salah seorang siswanya, tapi siswa tersebut berkeras dia harus mendapatkan nilai sempurna. Sang instruktur dan siswa teresebut sepakat untuk penengah yang obyektif dan aku yang dipilih".

Soal ujiannya berbunyi: "Tunjukkan cara mengukur tinggi sebuah gedung dengan bantuan barometer."

Siswa itu menjawab: "Bawa barometer tersebut ke puncak gedung, ikatkan dengan sebuah tali, turunkan sampai ke jalan lalu tarik kembali ke atas, ukur panjang tali. Panjang tali itu adalah sama dengan tinggi gedung."

Siswa tersebut berhak meminta nilai penuh karena dia menjawab dengan lengkap dan benar. Di sisi lain, nilai penuh harusnya diberikan atas dasar kompentensi di bidang fisika, dan jawabannya tidak menunjuikkan hal ini. Aku menyarankan ujian ulang. Aku memberikan waktu enam menit untuk menjawab soal yang sama dengan syarat harus dijawab menggunakan dalil-dalil fisika.

Lima menit berlalu, dia masih belum menulis apa-apa. Aku menanyakan apa dia mau menyerah, tapi dia menjawab kalau dia punya banyak solusi, dia cuma memikirkan solusi yang terbaik. Aku menyuruhnya melanjutkan dan pada menit berikutnya dia menyerahkan jawabannya yang berbunyi "Bawa barometer ke puncak gedung, jatuhkan, dan ukur waktunya dengan stopwatch, lalu menggunakan rumus 'jarak=0,5*percepatan*waktu^2, tinggi gedung bisa diukur."

Saat ini aku meminta kolegaku untuk menyerah. Dia setuju dan memberikan siswanya nilai penuh. Saat meninggalkan ruang ujian aku teringat bahwa siswa itu punya beberapa solusi, jadi aku menanyakan solusi apa saja itu.

Siswa itu menjawab, "ada banyak cara mengukur tinggi gedung dengan bantuan barometer. Misalnya, membawa barometer ke luar, lalu mengukur tinggi barometer dan panjang bayangannya, dan mengukur panjang bayangan gedung, dan dengan rumus perbandingan sederhana tinggi gedung bisa diketahui."

"Kalau Anda mau cara yang lebih rumit, ikat barometer dengan tali, ayun seperti bandul di lantai dasar dan di atap untuk menghitung nilai gravitasi. Dari perbedaan nilai gravitasi tinggi gedung bisa dihitung."

"Dengan metode yang sama, bila dari atap talinya di ulur sampai ke dasar lalu diayunkan seperti bandul, tinggi gedung bisa dihitung melalui periode ayunan."

"Ini cara kesukaan saya, bawa barometer ke tempat pemilik gedung lalu katakan: 'Pak, ini ada sebuah barometer, bila Anda memberitahukan tinggi gedung Anda, saya akan memberikan barometer ini."

Saya bertanya apakah dia tidak mengetahui cara konvensional untuk memecahkan masalah tersebut. Dia jawab kalau dia tahu, tapi dia tidak mau terpaku pada satu pola pemikiran saja.

Siswa itu bernama Niels Bohr, peraih Nobel di bidang fisika tahun 1922 dan salah satu ilmuwan fisika yang paling berpengaruh di abad 20.

MENGAGUMKAN!!! Inilah Fakta Unik Tentang Hujan

Isa Alamsyah 07 April jam 0:02 Balas
Suatu hari Umar Bin Abdul Aziz, khalifah yang 2 tahun kepemimpinannya bisa mengubah dunia, tertawa melihat orang berlarian menghindari hujan.
Ia berkata, hujan itu baru rahmat Allah, begitupun banyak yang menghindar, apalagi kalau yang datang azab Allah.
Ya hujan memang rahmat, berkah untuk bumi, dan jika Anda membaca artikel kiriman Aidil Heryana di bawah ini, kita akan semakin terpukau menyadari betapa hebatnya Allah merancang rahmat hujan ini.
Semoga jadi renungan agar kita semakin bersyukur.

MENGAGUMKAN!!! Inilah Fakta Unik Tentang Hujan
Aidil Heryana
Hujan, entah sudah berapa kali ia hadir dalam hidup kita. Berjuta, ataupun bermilyar kali mungkin, ia menemani hari-hari kita. Hadirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita unik berbagai episode kehidupan. Kadang kala ia mengiringi kebahagiaan perjalanan kita dan terkadang ia menjadi sosok penambah perih di hati.

Kita tentu menyukainya. Terlepas dari berbagai peran yang ia jalani. Karena ia menjadi simbol, bahwa masih ada rahmat bagi dunia ini. Bahwa masih ada kasih sayang dari Rabb yang menguasai semesta alam. Hingga kita pun merasakan, telah banyak yang dilupakan manusia. Akan rasa syukur bahwa masih ada setitik kenikmatan dengan turunnya ia.

Ia hadir begitu sering akhir-akhir ini. Dan semua kita mungkin berpikir ada waktu-waktu favorit untuk menunggunya datang. Bagi saya waktu favorit untuk menunggunya datang adalah di sore hari. Sembari menunggu senja serta melepaskan lelah setelah seharian menjalani aktivitas. Kehadirannya membawa kenikmatan tersendiri.

Sahabatku, dibalik semua keindahan tentang hujan ternyata ada beberapa fakta unik tentang hujan yang mungkin belum kita ketahui. Yuuuk kita jabarkan keunikan tersebut :
1. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.
2. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan
3. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.
4. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm.
5. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.
6. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.
7. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.
8. Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.
9. Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer/kul_kas
10. Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan 'petrichor'.
11. Dan fakta paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. Dan pada titik ini, para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi.

"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)

Ditunggu komentarnya http://bit.ly/hujanberkah

Ternyata Hari Jum’at itu Istimewa

Nadia Rahmawati 09 April jam 6:29 Balas
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Penyusun: Ummu Aufa
Muraja’ah: Ustadz Abu Salman.

Saudariku, kabar gembira untuk kita semua bahwa ternyata kita mempunyai hari yang istimewa dalam deretan 7 hari yang kita kenal. Hari itu adalah hari jum’at. Saudariku, hari jum’at memang istimewa namun tidak selayaknya kita berlebihan dalam menanggapinya. Dalam artian, kita mengkhususkan dengan ibadah tertentu misalnya puasa tertentu khusus hari Jum’at, tidak boleh pula mengkhususkan bacaan dzikir, do’a dan membaca surat-surat tertentu pada malam dan hari jum’at kecuali yang disyari’atkan.

Nah artikel kali ini, akan menguraikan beberapa keutamaan-keutamaan serta amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at. Semoga dengan kita memahami keutamaannya, kita bisa lebih bersemangat untuk memaksimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari itu, dan agar bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut.

Amalan-Amalan yang Disyari’atkan pada Hari Jum’at

1. Memperbanyak shalawat

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.”
(HR. Baihaqi dengan sanad shahih)

2. Membaca surat Al Kahfi

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

3. Memperbanyak do’a .

4. Amalan-amalan shalat jum’at (wajib bagi laki-laki)

Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at.
Diam mendengarkan khatib berkhutbah.
Memakai pakaian yang terbaik.
Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.

Saudariku, setelah membaca artikel tersebut semoga kita bisa mendapat manfaat yang lebih besar dengan menambah amalan-amalan ibadah yang disyari’atkan. Sungguh begitu banyak jalan agar kita bisa meraup pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal perjalanan kita di akhirat kelak. Wallahu a’lam.

untuk lebih lengkapnya silahkan baca disini:
http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/ternyata-hari-jumat-itu-istimewa.html

Mulailah hari ini!

Isa Alamsyah

Mulailah hari ini!
Pernah dengar kan wise word (Kata bijak) di bawah ini?
Yesterday is history (Kemarin adalah masa lalu)
Tomorrow is mystery (Besok, kita tidak tahu)
Today is a gift (Hari ini adalah berkah)
Ya karena itu kita harus melakukan segala sesuatu sebaik-baiknya hari ini.

Renungan yang disampaikan oleh sahabat kita Ogy Febri Adlha, menarik untuk kita simak.

HANYA ADA 3 HARI DALAM HIDUP INI
Ogy Febri Adlha

Yang Pertama
HARI KEMARIN

Kamu tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.

Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.

Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan;

dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin.

Biarkan hari kemarin lewat;

Lepaskan saja...



Yang kedua:
HARI ESOK

Hingga mentari esok hari terbit,

Kamu tak tahu apa yang akan terjadi.

Kamu tak bisa melakukan apa-apa esok hari.

Kamu tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.

Esok hari belum tiba;

Biarkan saja...



Yang tersisa kini hanyalah :
HARI INI

Pintu masa lalu telah tertutup.

Pintu masa depan pun belum tiba.

Pusatkan saja diri kamu untuk hari ini.

Kamu dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini

Bila kamu mampu memaafkan hari kemarin

Dan melepaskan ketakutan akan esok hari.



Hiduplah hari ini.
Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.


Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini...


Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat,
Meski mereka berlaku buruk pada kamu


Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini,
karena mungkin besok cerita sudah berganti.


Ingatlah bahwa kamu menunjukkan penghargaan pada
orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri kamu sendiri


Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu
Atau masa depan membuatmu bingung


Lakukan yang terbaik HARI INI !
Dan lakukan SEKARANG juga !

BERAPAKAH NILAI ANDA?

Ryan Funtastic Martian 10 April jam 15:39 Balas
Assalamualaikum..

Pernah anda menghitung berapa nilai dari diri Anda ? baik dikonversikan kepada uang atau tingkat produktivitas Anda? Jika tidak pernah alangkah baiknya jika Anda mulai menghitung nilai produktivitas Anda dengan demikian kita bisa mengetahui seberapa berharganya diri kita.
Produktivitas tidak ditentukan oleh seberapa banyak waktu yang Anda habiskan atau seberapa banyak pekerjaan yang sudah Anda selesaikan tetapi seberapa bernilai pekerjaan yang Anda lakukan per satuan waktu yang tersedia untuk Anda.

Setiap orang memiliki waktu yang sama setiap hari namun belum tentu memiliki tingkat produktivitas yang sama antara satu dengan yang lainnya. Dan ingat bukan dari waktu yang Anda habiskan untuk bekerja. Melainkan nilai produktivitasnya, seberapa berkualitasnya pekerjaan yang Anda lakukan. Jika dibuat rumus matematika maka rumusnya akan seperti ini:

PRODUKTIVITAS ANDA = TOTAL NILAI AKTIVITAS x WAKTU PRODUKTIF

Untuk mengetahuinya Anda bisa memulai dengan cara mencatat setiap aktivitas harian yang biasa Anda lakukan selama 24 jam dimulai ketika Anda bangun tidur hingga kembali tidur. Selanjutnya berikan nilai untuk setiap aktivitas tersebut dengan skala 1-5. Kemudian tentukan waktu produktif Anda setiap hari. Waktu produktif Adalah waktu yang biasa Anda gunakan untuk kegiatan-kegiatan berproduksi.

Bisa jadi waktu produktif dan aktivitas produktif kondisinya berbeda untuk setiap orang Jika Anda seorang mahasiswa, bisa jadi aktivitas produktif Anda adalah kuliah, membaca buku, mengerjakan tugas, membuat laporan dan sebagainya. Maka anda bisa memberikan bobot nilai dengan skala 1-5 untuk setiap aktivitas tersebut, jika mengerjakan tugas anda berikan poin 4 dan waktu yang dibutuhkan adalah 2 jam maka Anda memiliki nilai 8 untuk aktivitas mengerjakan tugas, Anda juga bisa mulai memberikan skala untuk aktivitas aktivitas yang lain.

Untuk Anda yang telah menghubungkan Antara waktu dengan uang semisal pekerja atau pengusaha, maka nilai aktivitas Anda bisa di konversikan kedalam mata uang, misal Anda seorang pekerja dengan bayaran 40 ribu per 8 jam kerja, maka nilai aktivitas produktif Anda adalah 40 ribu/8 jam atau senilai dengan 5 ribu/jam. Jika waktu kerja Anda 8 jam/hari tetapi waktu produktif Anda hanya 5 jam dengan asumsi 3 jam sisanya tidakdigunakan untuk aktivitas bekerja maka perhitungannya adalah 5 ribu x 5 jam atau setara dengan 25 ribu/ hari. Anda bisa hitung untuk satuan bulanan jika berkenan. Cukup dengan mengkalikan jumlah hari kerja Anda saja.

Berbeda halnya jika Anda seorang pengusaha mungkin Anda memiliki nilai yang berbeda untuk setiap pekerjaan Anda. Antara menemui klien, mengerjakan surat menyurat, membuka email, menelpon rapat dan sebagainya. Anda tetap bisa mengkonversikannya.

Dengan cara itu, kita bisa mengetahui nilai produktivitas kita dan dengan menghitung produktivitas, kita mulai bisa mengevaluasi apakah kita termasuk orang yang produktif atau tidak, jika kita belum termasuk orang yang produktif atau masih bisa membuat waktu Anda lebih produktif, maka mulailah Anda memilih aktivitas-aktivitas yang produktif saja. Ingat, produktif tidak selalu kaitannya dengan Uang, namun jika Anda bisa memilih waktu-waktu produktif dan mendelegasikan pekerjaan yang tidak terlalu produktif bagi diri Anda kenapa tidak di delegasikan saja atau kita tinggalkan saja?

Wassalamualaikum...

RYAN MARTIAN
Trainer Penulis buku FUNTASTIC LEARNING dan Consultan pengembangan diri
Founder Kayyisu Excellent
Pendiri SHSN 1 dan SHSN 2
http://www.funtastic-learning.com
http://www.kayyisuexcellent.wordpress.com
Info Pelatihan : 0815 4883 5179 (rudi)

Rencana Tuhan itu Indah

Today at 8:25am
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; " anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.

Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; "Allah, apa yang Engkau lakukan? " Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"

Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, bersabarlah, ikhlaslah, AKU takkan membebani dirimu dengan beban yang melebihi kapasitas dirimu, aku tahu apa yg terbaik untukmu, jangan langgar perintahku, taati perintahku, kelak kamu pasti menikmati hasil dari apa yang kautanam di dunia dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.

Kamis, 24 Desember 2009

Mencari Kesegaran Hati


    “Agama ini kokoh dan kuat. Masukilah dengan lunak, dan jangan sampai  timbul kejenuhan dalam beribadah kepada Rabbmu.” (Al-Baihaqi)

Maha Suci Allah yang mempergilirkan siang dan malam. Kehidupan pun menjadi dinamis, seimbang, dan berkesinambungan. Ada hamba-hamba Allah yang menghidupkan siang dan malamnya untuk senantiasa dekat dengan Yang Maha Rahman dan Rahim. Tapi, tidak sedikit yang akhirnya menjauh, dan terus menjauh.

Seperti halnya tanaman, ruhani butuh siraman

Sekuat apa pun sebatang pohon, tidak akan pernah bisa lepas dari ketergantungan dengan air. Siraman air menjadi energi baru buat pohon. Dari energi itulah pohon mengokohkan pijakan akar, meninggikan batang, memperbanyak cabang, menumbuhkan daun baru, dan memproduksi buah.

Seperti itu pula siraman ruhani buat hati manusia. Tanpa kesegaran ruhani, manusia cuma sebatang pohon kering yang berjalan. Tak ada keteduhan, apalagi buah yang bisa dimanfaatkan. Hati menjadi begitu kering. Persis seperti ranting-ranting kering yang mudah terbakar.

Allah swt. memberikan teguran khusus buat mereka yang beriman. Dalam surah Al-Hadid ayat 16, Yang Maha Rahman dan Rahim berfirman, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka. Lalu, hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Hati buat orang-orang yang beriman adalah ladang yang harus dirawat dan disiram dengan zikir. Dari zikirlah, ladang hati menjadi hijau segar dan tumbuh subur. Akan banyak buah yang bisa dihasilkan. Sebaliknya, jika hati jauh dari zikir; ia akan tumbuh liar. Jangankan buah, ladang hati seperti itu akan menjadi sarang ular, kelabang dan sebagainya.

Hamba-hamba Allah yang beriman akan senantiasa menjaga kesegaran hatinya dengan lantunan zikrullah. Seperti itulah firman Allah swt. dalam surah Ar-Ra’d ayat 28. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram.“

Rasulullah saw. pernah memberi nasihat, “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.” (Bukhari dan Muslim)

Siapapun kita, ada masa lengahnya

Manusia bukan makhluk tanpa khilaf dan dosa. Selalu saja ada lupa. Ketika ruhani dan jasad berjalan tidak seimbang, di situlah berbagai kealpaan terjadi. Saat itulah, pengawasan terhadap nafsu menjadi lemah.

Imam Ghazali mengumpamakan nafsu seperti anak kecil. Apa saja ingin diraih dan dikuasai. Ia akan terus menuntut. Jika dituruti, nafsu tidak akan pernah berhenti.

Pada titik tertentu, nafsu bisa menjadi dominan. Bahkan sangat dominan. Nafsu pun akhirnya memegang kendali hidup seseorang. Nalar dan hatinya menjadi lumpuh. Saat itu, seorang manusia sedang menuhankan nafsunya.

Allah swt. berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.” (Al-Jatsiyah: 23)

Seburuk apapun seorang muslim, ada pintu kebaikannya

Seperti halnya manusia lain, seorang muslim pun punya nafsu. Bedanya, nafsu orang yang beriman lebih terkendali dan terawat. Namun, kelengahan bisa memberikan peluang buat nafsu untuk bisa tampil dominan. Dan seorang hamba Allah pun melakukan dosa.

Dosa buat seorang mukmin seperti kotoran busuk. Dan shalat serta istighfar adalah di antara pencuci. Kian banyak upaya pencucian, kotoran pun bisa lenyap: warna dan baunya.

Allah swt. berfirman dalam surah Ali Imran ayat 133 hingga135. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa….Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah. Lalu, memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.“

Khilaf buat hamba Allah seperti mata air yang tersumbat. Dan zikrullah adalah pengangkat sumbat. Ketika zikrullah terlantun dan tersiram dalam hati, air jernih pun mengalir, menyegarkan wadah hati yang pernah kering.

Sekecil Apapun kebaikan dan keburukan, ada ganjarannya

Satu hal yang bisa menyegarkan kesadaran ruhani adalah pemahaman bahwa apa pun yang dilakukan manusia akan punya balasan. Di dunia dan akhirat. Dan di akhirat ada balasan yang jauh lebih dahsyat.

Firman Allah swt., “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al-Zilzaal: 7-8)

Pemahaman inilah yang senantiasa membimbing hamba Allah untuk senantiasa beramal. Keimanannya terpancar melalui perbuatan nyata. Lantunan zikirnya hidup dalam segala keadaan.

“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka.” (Ali Imran: 191)

Wassalammu'alikum wr.wb

Tazkiyatun Nufus
8/8/2008 | 05 Sya'ban 1429 H | Hits: 5.772
Oleh: Muhammad Nuh